Admin Turast
Berita 22

1 bulan yang lalu

Tim Turats Tebuireng Terima Kunjungan dari Lirboyo, Berbagi Pengalaman Kelola Manuskrip

Tim Turats Tebuireng Terima Kunjungan dari Lirboyo, Berbagi Pengalaman Kelola Manuskrip

Tebuireng.online– Tim Turats Pesantren Tebuireng sambut hangat kunjungan dari Tim Turats Pesantren Lirboyo, Kediri pada Kamis malam (30/07/2026) di kediaman Ketua Turats Tebuireng, Ustadz Viki Junianto, Jombang. Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga agenda studi tiru dalam rangka mengoptimalkan pengelolaan naskah klasik (manuskrip) yang dimiliki oleh pesantren.

Baca Juga: Jejak Intelektual Hadratussyaikh, Tim Turats Tebuireng Temukan Belasan Naskah Langka di Jateng

​Dalam kunjungan tersebut, tim Turats Tebuireng membagikan pengalaman mereka yang kiprahnya telah berjalan kurang lebih lima tahun terakhir. Sementara tim Turats Lirboyo diketahui baru dibentuk sekitar dua bulan yang lalu, sehingga momen ini menjadi sarana pembelajaran yang sangat berharga.

“Kami melihat tim Turtas Tebuireng sudah lebih lama terbentuk. Harapan akhirnya tentu sama, yaitu karya-karya ini bisa naik cetak agar hasil pemikiran para kiai kita bisa dinikmati oleh berbagai kalangan, utamanya para santri di Nusantara,” ujar Ustadz Davi, perwakilan delegasi dari Lirboyo.

​Para delegasi dari Lirboyo secara langsung diajarkan dan dikenalkan alur pengelolaan manuskrip mulai dari proses standarisasi manuskrip, teknik digitalisasi, hingga tahap penyuntingan dan publikasi naskah.

Iklan Tebuireng Online


Baca Juga: Tim Turats Tebuireng Laporkan Temuan Naskah dan Tahqiq Kitab kepada Kiai Kikin

Tim Turast Lirboyo memberikan cinderamata kepada Tim Turast Tebuireng udai diskusi (foto: bakhit)

Lebih dari itu, kunjungan ini juga merekatkan kembali ikatan sejarah keilmuan antara Tebuireng dan Lirboyo. Sejarah mencatat bahwa pendiri Lirboyo, KH. Abdul Karim, pernah nyantri di Tebuireng, sehingga hal ini membuka kemungkinan besar adanya karya-karya Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari yang tersimpan di Lirboyo.

Baca Juga: Tim Turats Tebuireng Gelar Studi Banding ke Nahdlatut Turats Madura

Ketua Turats Tebuireng, Ustadz Viki Junianto menyampaikan harapan agar inisiatif pelestarian ini dapat menginspirasi pesantren-pesantren lain di seluruh Indonesia.

“Harapan kami, semakin banyak pondok pesantren yang melakukan langkah serupa, sehingga kajian turats ini tidak hanya terbatas di Tebuireng atau Lirboyo saja,” harapnya.

Senada dengan hal tersebut, M. Minahul Asna, anggota Turats Tebuireng menekankan pentingnya membangun jaringan kembali seperti halnya yang dilakukan para ulama dahulu yang membentuk jaringan keilmuan.

Forum diskusi antara Tim Turast Tebuireng dan Lirboyo di kediaman Ustadz Viki Junianto (foto: bakhit)

​”Secara umum, pondok-pondok ini bisa bergabung membuat jaringan. Kalau ulama-ulama dulu, jaringan keilman sudah terbangun. Nah, yang muda-muda ini bisa membangun jaringan secara sistematis dan terorganisir senusantara,” tegas M. Minahul Asna, anggota Tim Turats Tebuireng.

Baca Juga: Menindaklanjuti Temuan di Kudus, Tim Turats Sowan ke Pengasuh Tebuireng


Artikel Terkait